Baccarat table_Baccarat Pot_bet365 sports betting_Football betting rebate_Indonesia Lottery Results

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Betting

Online gambling gamesmeski saOnline gambling gameslaOnline gambling gamesh masuk kelas, masih bisa belaOnline gambling gamesjar banyak via blog.cbtc.com

Salah jurusan memang sebuah dilema besar bagi mahasiswa yang sedang menjalani studi. Kadang, peristiwa tersebut membuatnya berpikir kalau tak ada masa depan baginya di jurusan tersebut. Namun bagi orang-orang yang bermental pemenang seperti kamu, yakinlah kamu bisa melewatinya. Satu hal yang pasti sia-sia kala kamu menemukan peristiwa tersebut adalah marah-marah dan menyerah. Itu jelas bukan solusi atas keresahanmu. Cobalah ambil tindakan dan sedikit buka pikiranmu. Sambil menenangkan diri, ambil langkah pertama. Kamu perlu berdamai dengan keresahan untuk bisa melihat jalanmu ke depan dengan lebih jelas.

Masa kuliah merupakan masa pendewasaanmu. Seharusnya kamu sudah mulai bisa berpikir bahwa masa depan bukan hanya soal perkuliahan atau jurusan. Perjuangan dan kerja kerasmu yang ekstra justru yang menentukan. Percuma, kalau kamu ada di jurusan yang tepat dan diimpikan, tapi malah terlena dan lupa untuk berjuang.

Kamu bisa mengembangkan potensi-potensi lain di samping kuliahmu. Aktiflah dalam berorganisasi. Aktiflah memperluas lingkaran sosialmu. Menggerutu karena salah jurusan atau menyebut Tuhan tidak adil karena tak mengabulkan impianmu, sekali lagi, bukanlah penyelesaian atas masalahmu.

Kembangkanlah dirimu di luar masalah perkuliahan atau jurusan. Sebab pada akhirnya nanti, mereka yang menginginkanmu bukanlah orang yang hanya melihatmu dari nilai-nilai kuliah saja, melainkan keaktifanmu dalam berorganisasi dan pengalamanmu di banyak hal. Akhirnya ijazah hanyalah bagian kecil dari masa depan. Sisanya pengalaman dan kemampuanmu pada banyak hal.

Sebenarnya impianmu untuk berkuliah bukanlah di jurusan yang sedang kamu jalani saat ini. Namun karena berat hati meninggalkan kesempatan untuk berkuliah selepas lulus SMA, kamu terpaksa mengambil kesempatan tersebut. Sayangnya, di tengah perjalanan, kamu merasa tak cocok dan timbul rasa penasaran dengan jurusan impianmu. Coba pikir-pikir lagi, nyatanya kamu sampai sekarang bisa bertahan, bukan?

Tak sekali dua kali, kita kerap mendapatkan sesuatu yang jauh dari apa yang kita harapkan. Efeknya, kamu bisa terus-terusan menyalahkan diri sendiri tentang pilihanmu di masa masa lalu, dan kini malah membuatmu sering kesulitan berpikir murni. Satu di antaranya tentang penyesalan salah memilih jurusan. Fenomena salah jurusan seringkali ditemui di sekitar, dan mungkin juga kamu. Rasa bingung kerap menghantui, apalagi ihwal apa-yang-seharusnya-dilakukan-ke-depannya. Namun kali ini Hipwee ingin mengajakmu merenung bahwa mungkin ada anugerah terselubung dari hal yang seringkali kamu yakini sebagai kesalahan, salah satunya salah memilih jurusan.

Saat kamu memasuki awal semester tahun ajaran baru. Beberapa temanmu menghilang. Teman-teman lain kemudian datang dan berkata, ‘pada pindah jurusan’. Mendengar kata-kata tersebut, kamu biasanya makin kehilangan dan makin yakin kamu adalah yang selanjutnya mengikuti mereka. Biasanya keputusan tersebut hanyalah keputusan reaktif dan tak matang. Atas dasar itu, biasanya kamu kurang memikirkan banyak faktor dan hanya mengedepankan ego sendiri.

Terlepas dengan segala keputusanmu pada akhirnya, semoga tulisan ini bisa menjadi pertimbangan kamu ke depannya. Tetaplah yakin kalau Tuhan punya jawaban atas keresahanmu. Selamat mempertimbangkan.

Ketimbang kamu pindah jurusan, memulai segalanya dari nol, dan membakar waktu serta uang di masa lalu, mending kamu cari pengalaman lain di luar dunia perkuliahan. Kembangkan potensimu. Ada banyak unit kegiatan mahasiswa dan komunitas yang eksis di sekitarmu, ‘kan? Selain mengembangkan potensi, kamu juga bisa memperluas lingkaran sosialmu.

Ada ungkapan bahwa hidup adalah sebuah perkuliahan tanpa bangku. Ungkapan tersebut rasanya relevan dan perlu kamu dalami di kehidupanmu sekarang. Kuliah memang dapat membuatmu mendapatkan ijazah dan gelar. Namun jangan lupakan kenyataan bahwa ilmu dan pengalaman tak hanya kita dapat dari bangku kuliahan.

Pilihan saat itu memang cuma dua: bertahan dan pindah. Namun kamu biasanya malah condong pindah jurusan. Padahal cobalah kamu pertimbangkan beberapa hal yang tak bisa kamu kembalikan. Pertama waktu kuliah yang telah kamu tempuh dan memulainya lagi dari nol bersama jurusan lain bukanlah ide yang baik.

Kamu jangan lupakan juga biaya yang sudah kamu keluarkan. Tak hanya biaya kuliah, tapi biaya hidup kamu selama di perkuliahan perlu kamu pertimbangkan. Bukankah hal tersebut sama saja dengan membuang percuma uang? Apalagi kalau kamu tahu faktanya kamu tak pernah menjalani waktu kuliahmu sebelumnya dengan benar-benar serius. Mubazir waktu, mubazir uang.

Banyak kesempatan untuk belajar hal yang kamu inginkan di luar kelas via www.hercampus.com

Salah jurusan bukan akhir segalanya, bahkan momen itu belum lagi pasti bahwa kamu benar-benar salah. Itu yang perlu kamu catat dalam hati. Ini merupakan sebuah realitas hidup. Menjawab tantangan dengan perjuangan merupakan orang-orang yang bermenta juara. Kamu telah naik level ihwal cobaan yang diberikan Tuhan. Bayangkan, ketika kamu mendekati akhir dari perjuangan, kemudian berhasil mengalahkan masalah tersebut dengan sebuah keberhasilan bernama ‘lulus’. Kamu layak mendapatkan julukan sebagai pemenang.

Merasa salah jurusan, justru mendorongmu cari ilmu lebih banyak via www.ipswitch.com

Selalu ada hikmah dari segala situasi yang terjadi. Tuhan tak memberikan apa yang kamu inginkan, tapi memberikanmu apa yang kamu butuhkan. Lahirkanlah kesadaran bahwa salah jurusan adalah sebuah keberuntungan.

Tak sedikit orang yang bisa memandang positif sebuah peristiwa sehingga mereka terus dibutakan dengan keegoisan. Kamu yang salah jurusan masih bisa mengembangkan diri di berbagai hal. Rasa tidak puas membuatmu mencari hal-hal lain yang di luar masalah jurusan. Bayangkan dengan mereka yang merasa cocok dengan jurusan. Mereka biasanya hanya fokus pada satu jurusan dan terlalu asik dengan zona nyaman. Kemudian, lupa mengembangkan diri di hal lain.