Peran Muslim Chi「Indonesian gambling」na dalam Jalur Perdagangan Rempah Indonesia

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Betting

Baca juga: Sejarah Jalur Rempah di Indonesia, Pengaruh Angin Monsun

KIndonesian gaIndonesian gamblingmbIndonesian gamblinglingemudIndonesian gamblingian Indonesian gamblinghaji Bong Tak Keng menunjuk lagi sosok bernama Haji Gan Eng Cu di Manila, Filipina untuk mengontrol komunitas China Muslim Hanafi yang ada di Matan, Filipina.

“Dikatakan bahwa Laksamana Haji Sam Po Bo (Zheng He) menunjuk Haji Bong Tak Keng di Campa untuk mengontrol komunitas China Muslim Hanafi yang tersebar di sepanjang Asia Tenggara,” papar Ariel.

“Saat itu Tuban adalah pelabuhan utama Jawa dengan pusatnya di Majapahit. Haji Gang En Cu yang ditunjuk di Manila ini kemudian pindah ke Tuban.”

Peta jaringan China Islam di Champa, Manila, Tuban untuk perdagangan rempah

Saat itu orang-orang Luzon ini ada di sana untuk mengumpulkan kayu cendana sebagai suplai untuk perdagangan dengan orang China.”



KOMPAS.com – Muslim China memiliki jaringan yang cukup penting dalam sejarah jalur rempah Indonesia-Filipina.

“Kita juga tahu bahwa para Lucoes mengambil kayu cendana dari Timor jauh sana ketika kapal Ferdinand Magellan (petualang Portugis) mencapai daerah tersebut.

“Ia seharusnya punya seorang anak perempuan bernama Nyi Ageng Manila, yang kemudian menikahi seorang bernama Bong Swi Hoo yang seorang pedagang. Suaminya ini lebih dikenal sebagai salah satu sosok Wali Songo yakni Sunan Ampel,” sambung dia.

Setelah itu, pada 1423 Haji Bong Tak Keng memindahkan Haji Gan Eng Cu dari Manila ke Tuban, Jawa untuk mengontrol komunitas China Muslim Hanafi yang ada di Jawa, Kukang atau kini Palembang, dan Sambas.

Tome Pires, seorang pengamat Eropa melihat bahwa Muslim Lucoes secara rutin berdagang di wilayah Brunei dan Malaka.

Selain Muslim China, pada awal abad ke-16 ditemukan juga catatan mengenai orang Luzon yang disebut para Lucoes. Mereka aktif berkegiatan di sepanjang semenanjung Malay-Indonesia.

Terlihat di sana, adanya catatan historis mengenai orang China Islam Hanafi yang terlibat dalam jalur perdagangan regional.

Dalam webinar International Forum on Spice Route 2020 sesi Spice Route: A Southeast Asian Perspective, Selasa (22/9/2020), Ariel C. Lopez, Ph.D., dari Asian Center, University of the Philipines menjelaskan soal itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

“Di sini terlihat hubungan berbentuk segitiga antara Campa, Manila, dan Tuban di sepanjang pesisir,” kata Ariel sambil menunjukkan gambar peta yang berasal dari tulisan berjudul “Malay Annals of Semarang: Text with Translation” karya Graaf H. J. de dan Th F. Pigeaud dalam The Indonesia Reader: History, Culture, Politics.