Foreign betting platforms_bet36 sports betting_Bet365 Entertainment_U.S. online casino

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Betting

Dalam paBaccarat Cash Networksal 8 UU PBaBaccarat Cash Networkccarat Cash Baccarat Cash Networknetworkerkawinan, lebih dipertegas lagi dalam kondisi apa saja perkawinan dilarang:

“Ya kalau boleh milih sih mau yang seagama, ganteng, kaya raya, anak tunggal, mapan, terus mencintai aku apa adanya deh…”

Sayangnya, hukum pernikahan sipil di Indonesia tidak memungkinkan pasangan beda agama untuk menikah secara sah di hadapan hukum. Dalam pasal 2 Undang-Undang Perkawinan ayat 1 disebutkan bahwa:

“Kok bisa sih? Kenapa?”

Perkawinan itu sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya itu.

Tidak bisa dipungkiri bahwa bagi banyak orang, agama sudah dijadikan prinsip dan pegangan hidup. Apapun yang dilakukan dalam hidup harus didasarkan pada aturan-aturan dan hukum-hukum agamanya. Bagi mereka yang percaya, hidup mengikuti aturan agama adalah yang paling mulia.

“Hmmm… Namanya juga cinta.” *sambil senyum-senyum sendiri

Seperti pada umumnya, prosesnya pun sama seperti pasangan lain yang seagama kok. Mulai dari kenalan, muncul rasa cocok dan nyaman, hingga kemudian berubah jadi rasa sayang dan takut kehilangan. Pasangan beda agama juga merasakan momen jatuh cinta yang sebenarnya lumrah dialami siapa saja, termasuk dua orang yang punya keyakinan berbeda.

Tapi meski sudah banyak yang menjalani, hubungan jenis ini masih saja tergolong unik tabu di negara kita. Umumnya, kamu yang punya pasangan beda agama akan mendapat tentangan dari lingkungan. Dari mulai sekadar pertanyaan klise hingga komentar-komentar pedas pun pasti akrab di telingamu.

Hubungan cinta beda agama tentu sudah lazim terjadi di sekitar kita. Seringkali pasangan yang sedang kasmaran memilih untuk mengesampingkan perbedaan karena kuatnya perasaan.

Berpindah agama memang jadi solusi yang dipilih banyak pasangan beda agama di luar sana yang memang akan menikah. Ada yang memang terpanggil hatinya untuk akhirnya mengikuti agama pasangan, tapi ada juga yang sekadar cari cara paling aman dan katanya gampang. Padahal, berpindah agama pastilah sesuatu yang sangat tidak sederhana. Agama itu urusan hati, dirimu sendiri, dan yang kamu yakini sebagai Tuhanmu. Kompromi dan negoisasi soal ini mungkin saja terjadi, tapi sekali lagi, agama itu tentang apa yang kamu yakini dalam hati.

Sementara, tidak semua agama mengizinkan penganutnya menjalani hubungan (pernikahan) beda agama. Bahkan yang secara terang-terangan melarang pun ada. Belum lagi, aturan atau hukum negara juga tidak mengakui pernikahan jenis ini. Itulah mengapa hubungan beda agama dianggap tabu atau menyimpang karena memang tak sesuai aturan agama dan negara.

Nah, kamu yang pernah atau sedang menjalin hubungan beda agama, pasti sudah sering mendengar pertanyaan-pertanyaan ini ‘kan?

Yang pasti, Indonesia mengakui adanya 5 agama. Undang-undang juga menyebutkan tentang kebebasan memeluk agama dan beribadah sesuai kepercayaan masing-masing. Pada akhirnya, anak-anak pun akan mendapatkan kebebasan itu setelah mereka genap berusia 17 tahun nantinya.

Seperti dijelaskan di poin sebelumnya, peraturan dan hukum di Indonesia sudah jelas, bahwa nikah beda agama di Indonesia tidak sah. Maka, pasangan beda agama yang sepakat untuk tetap memegang agamanya masing-masing haruslah berusaha ekstra. Biasanya, banyak yang memilih untuk menikah atau mencatatkan pernikahannya di negara lain yang memang mengakui atau mengizinkan pernikahan beda agama. Tapi jangan lupa, untuk yang satu ini, soal biayanya juga harus diperhatikan ya! Hehehe.

Jadi, semua kembali pada pilihan masing-masing kok. Susah dan mudah itu relatif, sedangkan perbedaan itu niscaya. Apakah mau melanjutkan hubungan beda agama, putus saja, atau seumur hidup melajang pun itu pilihanmu sebagai manusia. Ketika pertanyaan-pertanyaan dari orang-orang di sekitar mulai menghantuimu, ya udah sih sabar aja!